TAPANULI SELATAN — Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, berujung pada duka mendalam bagi warga Desa Wek III, Kecamatan Batangtoru. Pada Senin malam, 18 Mei 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu runtuhnya tebing di sekitar pemukiman warga. Material tanah dan lumpur yang meluncur deras seketika menghantam serta menimbun sebuah rumah, memicu kepanikan luar biasa di tengah warga setempat.
Musibah ini menyisakan kisah memilukan ketika seorang ibu bernama Novita Saragih dan anak balitanya, Zidan, dilaporkan hilang lantaran terjebak di dalam rumah saat longsor terjadi. Menanggapi situasi darurat tersebut, Tim SAR gabungan bersama warga langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian di tengah material lumpur yang tebal. Proses evakuasi sempat menghadapi tantangan berat akibat kondisi medan dan ketebalan material longsoran yang menimbun seluruh struktur bangunan.
Setelah melangsungkan pencarian intensif di titik reruntuhan, operasi penyelamatan tersebut akhirnya membuahkan hasil dalam suasana penuh kegetiran. Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi kedua korban, namun Novita dan putranya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran. Tragedi memilukan di Batangtoru ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat di wilayah rawan perbukitan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Tapanuli Selatan.
#Sumber Referensi:
detikSumut: Ibu dan Anak Tewas Tertimbun Longsor di Batangtoru Tapsel
CNN Indonesia: Longsor di Batangtoru Tapanuli Selatan, Ibu dan Anak Hilang Tertimbun
MetroTV News: Ibu dan Anak di Tapanuli Selatan Hilang Diduga Tertimbun Longsor